Lampung-Flasher.Comunity
Selamat Datang
Silahkan Register Terlebih Dahulu
^_^
Jika Anda Mengalami kesulitan bisa hub saya
alpin_pbcs@yahoo.com
alpin_pbcs@hotmail.com
Lampung-Flasher.Comunity

Nokia Hardware Repair Area,Apple Inc. Products,MXKEY (by Alim Hape),Nokia,BlackBerry (RIM),SonyEricsson Hardware-Repair Area,Samsung,Chinese Models & Cloned ...
 
IndeksPortalCalendarGalleryFAQAnggotaGroupPendaftaranLogin
Share | 
 

 tutorial setool box

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
boad56



Posts: 11
Join date: 11.04.10
Age: 33
Location: bo'ad sell

PostSubyek: tutorial setool box   Sun Apr 11, 2010 10:06 pm

Tutorial SETOOL BOX


Keterangan :
Interface : jalur koneksi dari box dengan software
Speed : kecepatan transfer data dari computer ke HP
Phone Type : memilih tipe HP yang akan di eksekusi
Add : untuk memasukan firmware (main dan FS)
Unlock/repair : untuk membuka kuncian dan melakukan perbaikan jika terjadi error/bugs
FLASH : untuk memulai proses flashing
Read Flash : untuk mem backup firmware
Read/write GDFS : untuk backup dan memasukan GDFS
Identify : untuk melihat koneksi dari hp ke computer dan pengidentifikasi ponsel
TESTPOINT OK : digunakan jika saat melakukan flashing dan unlock software minta testpoint
Quit : untuk keluar dari software SETOOL BOX

Langkah-langkah Flashing :


1. Konekkan ponsel dengan SETOOL BOX3
2. Baterai jangan dikonekkan dulu
3. Pilih tipe ponsel pada “Phone Type”
4. Klik tombol Identify sambil baterai dikonekkan
5. Liat CID dan Color nya
6. Masukkan file flashnya dengan menekan tombol “Add”
7. File Main dan Raw FS dimasukan bersama-sama
8. Masuk menu “Settings” beri centang “Complete phone after flash”
9. Tekan tombol “FLASH” untuk mulai proses flashing
10. Setelah selesai proses flashing tekan tombol “Unlock/Repair”Tunggu sampai selesai dan ponsel siap digunakan
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
boad56



Posts: 11
Join date: 11.04.10
Age: 33
Location: bo'ad sell

PostSubyek: istilah pada perbaikan sofware   Sun Apr 11, 2010 10:34 pm

istilah pada perbaikan sofware
Buat Yang Belum Ngerti moga berguna,
Dan Buat para suhu dan yang udah paham mohon di koreksi kalau salah ..

1.Firmware : Software / perangkat lunak yang dibuat oleh vendor
(perusahaan pembuat ponsel) untuk mengoperasikan fitur-fitur ponsel,
yang terdiri dari beberapa bagian yang lebih kecil.

2. Flashing : Proses memasukkan firmware ke ponsel.

3. Patching : Proses memodifikasi sebagian dari firmware dengan mengganti
byte-byte data yang sudah ada dengan nilai yang baru, dengan tujuan
memanipulasi sistem ponsel untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Misal: fitur baru, menon-aktifkan suatu fitur yang dianggap mengganggu,
dan lain sebagainya.

4. FS (File System) : Bagian dari firmware yang berfungsi
untuk menyimpan file-file settingan / konfigurasi agar ponsel dapat
digunakan sebagaimana mestinya, yang sekaligus berfungsi
sebagai tempat internal memory / phone memory ponsel.

5. MAIN / FLASH : Bagian utama firmware yang berfungsi sebagai
Operating System (OS) ponsel yang mengoperasikan fungsi-fungsi ponsel
itu sendiri.

6. Backup : Membuat salinan / copy-an dari data-data / file-file penting,
sebelum melakukan modifikasi terhadap ponsel, agar jika hasilnya tidak
sesuai keinginan / tidak memuaskan, maka file-file yang sudah
dibackup tadi dapat dikembalikan / di-restore lagi ke ponsel.

7. Restore : Mengembalikan file-file / data-data yang sudah
di-backup dengan tujuan mengembalikan keadaan seperti sebelumnya.

8. Upload : Mengcopy file dari komputer ke FS (File System) ponsel.

9. Download : Mengcopy file dari FS (File System) ponsel ke komputer
untuk dimodifikasi atau di-backup.

10. Finalize / Finalizing : Tahap terakhir dalam proses full flashing,
yaitu proses mengcopy file-file konfigurasi / settingan ponsel yang paling
utama,
beserta file-file sertifikat Java ke FS (File System) ponsel, agar ponsel
dapat
digunakan kembali setelah mengalami full flashing.

11. Full flashing : Proses flashing yang dilakukan pada bagian MAIN dan FS
ponsel.

12. Partial flashing : Proses flashing yang dilakukan hanya pada bagian
MAIN saja,

atau hanya pada bagian FS saja.
13. Cross flash : Flashing suatu tipe ponsel dengan menggunakan
firmware tipe ponsel lain yang memiliki spesifikasi sama dengan ponsel
tersebut.
Misal : Cross flash K750i dengan firmware W800i.

14. Update firmware : Proses meng-update firmware ponsel dengan
firmware yang versinya lebih baru / aktual,
dengan tujuan menghilangkan bugs-bugs pada versi firmware sebelumnya.

15. Bugs : Masalah-masalah yang tidak seharusnya terjadi, yang
dikarenakan
oleh kesalahan firmware ponsel. Sehingga semua ponsel dengan tipe
yang sama
yang menggunakan versi firmware yang sama, akan mengalami masalah
yang sama.
Misal: baterai yang tidak dapat di-charge sampai 100% penuh.

16. Customize / Customizing : Modding yang dilakukan pada FS (File
System)
ponsel dengan tujuan mengkostumisasi tampilan ponsel. Biasanya
dilakukan
untuk mengganti tampilan icon-icon menu ponsel yang standar dengan
tampilan baru yang lebih menarik.

17. db20xx : Jenis chipset yang digunakan pada ponsel.

18. db2000 (disebut juga marita full) : Z1010, V800, Z800, W900

19. db2010 (disebut juga marita compact) : J300, K300, K310, K500, K510,
K600, K608, K700, S700, K750, W550, W800, W810

20. db2020 : K800, K610, V630, K790, W850

21. db2012 : K320

22. db2000 + PDA Part : M600, M608, W950, W958, P990

23. CID : Nomor CID menentukan jenis proteksi ponsel yang digunakan oleh
Sony Ericsson.
CID baru terus dikembangkan dari waktu ke waktu, dengan tujuan untuk
mencegah ponsel-ponsel SE di-unlock, di-flash, atau di-utak-atik dengan
program-program selain program service resmi SE. CID yang ada
sekarang ini adalah : 16, 29, 36, 49, 51, 52.




24. COLOR BLUE / BROWN / RED : Warna-warna ini menentukan jenis ponsel.

25. BLUE : ponsel diproduksi di pabrik dan tidak pernah diprogram dengan
software / GDFS / IMEI

26. BROWN : ponsel yang digunakan untuk tujuan pengembangan / testing.
Bisa dianggap sebagai prototype / beta.

27. RED : ponsel yang beredar bebas di pasaran.

28. OTP : One Time Programming Memory, yaitu suatu bagian di memory
yang dapat diprogram secara
permanen (sekali diprogram tidak dapat diubah / dimodifikasi lagi).

29. GDFS : Global Data File System, yaitu non volatile area yang menyimpan
parameter-parameter,
settingan-settingan dan kalibrasi data (termasuk simlock)

30. CDA : Nomor CDA menentukan varian firmware mana yang harus
seharusnya
digunakan untuk ponsel tersebut. Nomor CDA ini yang menentukan
language pack,
branding, bandlock yang mana yang akan diflashkan ke dalam ponsel
oleh
SEUS
(Sony Ericsson Update Service). Contoh: sebuah K750i Generic di
Scandinavia
menggunakan CDA102337/12, sedangkan K750i yang branded (hanya
bisa menggunakan provider Telenor)
menggunakan CDA102338/62. Keduanya akan diflash dengan paket
bahasa yang sama, akan tetapi yang terakhir
hanya bisa menggunakan sim card dari provider Telenor saja (branded).

31. SEUS : Sony Ericsson Update Service. Program resmi buatan Sony
Ericsson
untuk para pengguna HP Sony Ericsson yang ingin mengupdate firmware
nya
sendiri via internet tanpa harus membawa ke SESC.

32. SESC : Sony Ericsson Service Center. Gerai service resmi Sony Ericsson.[/color][/size]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
boad56



Posts: 11
Join date: 11.04.10
Age: 33
Location: bo'ad sell

PostSubyek: membaca pesan2 pd se tool   Sun Apr 11, 2010 10:40 pm

membaca pesan2 pd se tool
Will flash 32 blocks…
Send superblock command NAK


Artinya : pada saat proses flashing terputus tengah jalan, kemungkinan batery tinggal sedikit. Lebih parahnya bisa disebabkan karena IC Power mengalami penurunan fungsi. Pastikan terlebih dahulu konsumsi batery baru jika tidak membuahkan hasil dapat dipastikan kerusakan yang terjadi pada IC Power tersebut.

wrong response, break.
loader fs startup failed, that is fatal

Artinya : file sistem yang ada pada ponsel tersebut telah korup atau rusak, Anda hanya perlu memperbaiki FS (file system-nya) saja

ldr_on_ldr hdr no ack,err:10
can’t load loader
Elapsed:4 secs.

Artinya : IC Flash ponsel tersebut sudah lemah atau bisa jadi supply baterai dibawah 50%. Untuk lebih meyakinkan saya sarankan, sebaiknya Anda menggunakan Power Supply. Jika ponsel masih juga muncul pesan error seperti tadi dapat dipastikan IC Flash rusak dan dengan terpaksa Anda harus mengganti IC Flash tersebut.

fout_ssw hdr BAD:AA
prepare failed,that is FATAL


Artinya : Anda telah salah menentukan pilihan ponsel yang akan kita perbaiki. Sebagai contoh: Anda ingin memperbaiki secara FullFlash pada ponsel K310 tetapi pada pilihan ponsel (select phone models) anda pilih K800 atau lain sebagainya, maka yach… muncul dech pesan error seperti tadi, atau bisa jadi permasalahanya, Anda salah memasukkan file dengan tidak benar.

couldn’t start your gdfs, failed
cs loader gdfs start up failed

Artinya : pada tipe ponsel terbaru yang memiliki keamanan yang tinggi seperti cid50/51/52 Anda tidak dapat melakukan repair gdfs, hal ini terjadi karena telah bermasalah di security unit, untuk menyembuhkan ponsel tersebut anda harus memiliki backup security unit pada saat ponsel tersebut masih normal dan tidak dalam kondisi bermasalah di gdfs. Seperti yang kemarin saya ulas jangan sekali-kali bermain dengan gdfs untuk sistem keamanan yang tinggi yang dimiliki oleh Sony Ericsson, akan lebih aman gunakanlah file bawaan yang telah dikasih oleh setool tersebut yang terletak di folder “gdfs_in_bin_format” dan “gdfs_in_ssw_format”


HDR block not accepted,error:19


Artinya : terjadi pada kesalahan pemilihan CID. Contoh kasus, flash cid ponsel terdeteksi cid50 terus firmware yang anda masukkan yaitu cid51 maka akan muncul pesan error seperti diatas.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 

tutorial setool box

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Lampung-Flasher.Comunity ::  :: -